Muhammad Rizieq Syihab: Saya Bersama Pengacara Akan Datang ke Polda Metro Jaya Pada Hari Ini

example banner

MANDIRI CYBER – Diketahui bahwa setelah tak hadir dua kali dalam panggilan pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, Muhammad Rizieq Syihab yang ditetapkan status tersangka akhirnya angkat bicara :

Melalui video yang diupload dalam YouTube Front TV, Rizieq mengatakan, selama ini dirinya tidak pernah lari ataupun sembunyi dari panggilan pihak Kepolisian. Sebab dirinya sedang fokus pemulihan usai sebelumnya sempat jatuh sakit.

“Karena selama ini pada proses pemulihan, saya lebih banyak di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah Megamendung. Karena pesantren ini udara sangat asri segar dan untuk pemulihan luar biasa bagusnya,” kata Rizieq dalam sebuah video dikanal YouTube Front TV sebagaimana dilihat, Sabtu (12/12/2020) dini hari.

Menurut Rizieq, dirinya terkadang kembali ke rumahnya yang ada di Petamburan, Jakarta Pusat dan di Sentul untuk menengok anak dan cucunya. Sehingga tak ada niat sedikit pun baginya untuk lari dan sembunyi dari panggilan Polisi.

“Jadi bagian pertama yang saya ingin tekankan, saya enggak pernah lari dan sembunyi dari panggilan polisi,” urainya.

Kini Rizieq pun berjanji akan mendatangi Polda Metro Jaya pada hari ini, Sabtu (12/12/2020) pagi. Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan terkait kerumunan.

“Saya umumkan untuk seluruh anak bangsa insyallah besok hari Sabtu tanggal 12 Desember 2020 (hari ini) di pagi hari saya bersama pengacara akan datang ke Polda Metro Jaya Insyaallah,” sebutnya.

Seperti diketahui, Muhammad Rizieq Syihab ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putrinya yang menimbulkan kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu,(14/11/2020) malam.

Selain Rizieq, lima orang lainnya juga turut ditetapkan tersangka yakni, Ketua Panitia Haris Ubaidillah (HU), Sekretaris Panitia Ali Bin Alwi Alatas (A), Penanggung Jawab Maman Suryadi (MS), Penanggung Jawab Acara Shabri Lubis (SL), dan Kepala Seksi Acara Habib Idrus (HI).

Keenam tersangka itu sudah dilakukan pencekalan untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari. Surat permohonan pencekalan sendiri dilayangkan pada 7 Desember 2020.

Selain pelanggaran UU Karantina Kesehatan, Rizieq dijerat dengan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan 216 KUHP. Sementara itu, kelima tersangka lainnya, dijerat Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018.

(MC | Jakarta)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!