Kabareskrim Polri Paparkan 3 Tersangka dan Barang Bukti Kasus Kejahatan Internasional Pembelian Ventilator dan Monitor Covid-19

example banner

JAKARTA (MANDIRI CYBER) – Berkat upaya kerja keras dan kegigihan, Tim Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penipuan oleh sindikat kejahatan internasional terkait pembelian ventilator dan monitor COVID-19.

Dalam pengungkapan kasus penipuan tersebut, tim Bareskrim Polri berhasil menangkap tiga tersangka berinisial SB, R dan TP. Sedangkan satu orang lain yaitu warga negara Asing (WNA) berinisial “B” masih dalam pengejaran yang berperan sebagai aktor intelektual dalam perkara ini diduga adalah pelaku atas nama B.


Kabareskrim Polri, Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si., saat memaparkan para tersangka bersama sejumlah barang bukti di Mako Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (07-09-2020) mengatakan, awalnya ada perusahaan asal Italia dan perusahaan asal China yaitu Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics yang melakukan kontrak jual beli terkait dengan peralatan medis ventilator dan monitor COVID-19.

Diketahui untuk tindak pidana kejahatan ini dimulai pada tanggal 31 Maret 2020, yaitu perusahaan Italia yang bergerak di bidang peralatan kesehatan melakukan kontrak jual beli dengan perusahaan Cina a.n. Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics Co., Ltd., Kontrak jual beli tersebut untuk pengadaan peralatan medis berupa Ventilator dan Monitor Covid-19, dengan pembayaran beberapa kali ke rekening Bank of China atas nama Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics Co., Ltd,” ungkap mantan Ajudan Presiden RI, Joko Widodo Tahun 2014 ini.

Setelah itu, kata Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, “Beberapa kali pembayaran telah dilakukan.” Kemudian di pertengahan perjalanan ada seorang yang mengaku GM dari perusahaan Italia tersebut, menginformasikan bahwa terjadi perubahan rekening terkait dengan masalah pembayaran.

“Sehingga kemudian atas pesan yang masuk dari email tersebut kemudian rekening untuk pembayaran dirubah menggunakan bank di Indonesia,” urai Jenderal bintang tiga ini.

Selanjutnya pada tanggal 6 Mei 2020, masih dijelaskan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, pihak yang tidak dikenal mengirim email kepada perusahaan Italia dengan memperkenalkan diri sebagai General Manager (GM) Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics Co., Ltd., di Eropa dan memberikan informasi terkait perubahan rekening penerima pembayaran atas pembelian peralatan medis Ventilator dan Monitor Covid-19 yang di pesan, melalui rekening atas nama CV. SHENZHEN MINDRAY BIO MEDICAL ELECTRONICS CO. LTD., menggunakan bank di Indonesia.

“Dalam hal ini pihak Interpol Indonesia mendapatkan informasi adanya dugaan tindak pidana penipuan dari Interpol Italia. Dan informasi itu diteruskan ke Subdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Polri,” tandas Pati Polri ini.

Berdasarkan hasil penelusuran, tim dari Bareskrim Polri menduga ada tindak pidana yang dilakukan oleh sindikat internasional Nigeria-Indonesia dengan modus BEC (Business Email Compromise) melalui perusahaan Italia.

Untuk Korban diketahui sudah melakukan transfer sebanyak tiga kali ke rekening salah satu bank di Indonesia senilai EUR 3.672.146,91 atau setara dengan Rp 58.831.437.451,00.

“Atas kerja sama dari Interpol Italia, Interpol Indonesia. Bareskrim Polri dan dibantu rekan-rekan PPATK kita berhasil menangkap pelaku di mana kita tangkap di 3 tangkap yaitu di Jakarta di Padang dan kemudian di Bogor,” sebut Kabareskrim Polri.

“Atas kegiatan tersebut, maka kita telah mengamankan uang pada rekening penampungan yang ada di rekening bank Syariah senilai Rp 56 M,” ucap Komjen Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Dari para tersangka, tim Bareskrim Polri berhasil mengamankan barang bukti antara lain: uang pada rekening penampungan sejumlah Rp 56.101.437.451, 2 unit mobil, aset tanah dan bangunan di Banten dan Sumatera serta dokumen perusahaan.

“Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 263 KUHP atau Pasal 85 UU No.3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) tentang ITE Jo Pasal 55 KUHP atau Pasal 56 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 dan atau Pasal 6 dan atau Pasal 10 UU No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” tutup mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

(Jakarta, MC)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!