Rutan Pinrang Asimilasikan 27 Warga Binaan di Rumah 

example banner

SULSEL (MANDIRI CYBER) – Sebanyak 27 orang Warga binaan terdiri atas 24 Laki-laki, 2 wanita dan 3 anak bisa bernafas lega karena berkat Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak, Rabu (01/04/2020).

Kegiatan itu dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, mereka bisa menghirup udara bebas untuk kembali berkumpul bersama keluarga dengan memeroleh hak Asimilasi di rumah.

Banyak di antara mereka, tidak percaya akan akan hak asimilasi ini, tak jarang juga Ia melontarkan kelakar ” Kita mungkin di prank pak,??” Kata salah satu WBP.

Kepala Rutan, Ali Imran kemudian menjelaskan bahwa hak asimilasi di rumah ini merupakan hak istimewa bagi saudara-suadara yang memenuhi syarat administratif dan substantif.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada saudara-saudara, jangan pernah disia-siakan. Manfaatkan dengan baik dengan menjalankan Asimilasi di rumah. Jangan lagi ada gerakan tambahan yang membuat saudara-saudara berurusan dengan pihak Aparat.” terang Ali.

Pemberian hak Asimilasi di rumah ini merupakan program pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), mengingat Rutan dan Lapas sudah mengalami overkapasitas yang tak mungkin melakukan physical distancing antara Warga Binaan.

Rencanya, pengeluaran Narapidana dan Anak melalui hak asimilasi di rumah dimulai tanggal 1 hingga 7 April 2020, tujuh hari ke depan. Sehingga, setiap di Rutan dan Lapas diminta oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laloly, untuk menginventarisir Warga Binaan yang memenuhi syarat sebagaimana yang dipersyaratkan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 agar segera di keluarkan dari Lapas dan Rutan.

(Sulsel/MC, Admin)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!