Hadiri Pertemuan CND, Delegasi BNN RI Kunker ke Dubes Austria - MANDIRI CYBER

Hadiri Pertemuan CND, Delegasi BNN RI Kunker ke Dubes Austria

example banner

AUSTRIA (MANDIRI CYBER) – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia mengirimkan delegasinya untuk menghadiri kegiatan pertemuan Commision on Narcotic Drugs (CND), sesi ke-63 tahun 2020 selama sepekan di Wina, Austria.

Sebelum melakukan pertemuan Internasional tersebut, delegasi BNN RI yang dipimpin Kepala BNN RI, Komjen Pol Drs. Heru Winarko, SH berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Austria di Gustav Tschermak gasse 5-7 A 1180 Wina, Austria, Minggu (01/03/2020).

Duta Besar RI untuk Austria, Dr. Darmasjah Djumala yang didampingi DCM, Witjaksono  bersama seluruh diplomat hadir menyambut Kunker delegasi BNN RI di ruang utama kantor KBRI Wina.

Komjen Pol Heru Winarko mengawali sambutannya memperkenalkan seluruh pejabat BNN RI yang hadir sebagai delegasi pada kegiatan pertemuan Internasional tentang narkotika (CND) sesi ke-63 di Wina.

Di dalam pertemuan tersebut, Kepala BNN RI menjelaskan kepada Dubes Austria dan diplomat yang hadir bahwa di Indonesia, jenis narkotika terbanyak adalah jenis ganja yaitu sekitar 63% dibandingkan narkotika jenis lainnya.

Akhir-akhir ini banyak bermunculan LSM yang menginginkan narkotika jenis ganja bisa dilegalkan seperti di beberapa negara lain, dengan alasan medis dan penelitian.

Namun, BNN RI tetap berkomitmen untuk  mempertahankan narkotika jenis ganja sebagai jenis narkotika yang dilarang dan tidak bisa dilegalkan di Indonesia.

Terkait penyelundupan dan peredaran gelap narkotika jenis  methamphetamine, pihak BNN RI telah menjalin kerjasama dengan beberapa negara lain untuk mencegah masuknya narkotika tersebut ke Indonesia, termasuk didalamnya DEA dan ABF,” terangnya.

Jenderal bintang tiga itu menjelaskan lebih lanjut, bahwa ada narkotika jenis baru yang dikenal dengan nama New Psychoactive Substances (NPS) yang merupakan turunan dari jenis narkotika yang ada saat ini.

Disamping itu pula ada jenis tanaman yang banyak tumbuh di wilayah Kalimantan yang bernama Krathom yang saat ini sudah diimpor ke Amerika Serikat. Tanaman ini menurut hasil penelitian laboratorium BNN RI, mempunyai efek tigabelas kali lebih berat dibandingkan morfin, sehingga BNN RI berusaha untuk  memasukkan tanaman Krathom ini sebagai golongan narkotika.

“BNN RI berupaya untuk  mengendalikan masuknya bahan prekursor untuk pembuatan narkotika jenis NPS tersebut ke Indonesia,” sebut Komjen Pol Heru Winarko.

Sementara dalam sambutan Dubes Austria mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada delegasi BNN RI dapat hadir di KBRI Austria, selanjutnya dirinya memperkenalkan seluruh pejabat KBRI dan para diplomat kepada delegasi yang hadir.

Terkait agenda pertemuan CND besok yang cukup padat, Dubes RI Darmansjah Djumala mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut ada lima  Resolusi yang akan dibahas dan dua Resolusi diantaranya, Indonesia ikut menjadi sponsor  terkait Alternative Development.

Untuk masalah legalisasi ganja, meskipun Indonesia belum menjadi anggota sehingga tidak bisa melakukan votting, namun kita masih bisa mempengaruhi substansinya.

Terkait isu Hak Azasi Manusia  dan hukuman mati, Indonesia diharapkan dapat memberikan jawaban yang tepat tentang penanganan hukuman bagi pelaku dan jaringan narkoba yang terbukti bersalah dalam persidangan,” ucapnya.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Dubes Dr. Darmansjah Djumala berharap pertemuan CND esok dapat berjalan lancar dan semua agenda yang akan dibahas dapat diterima oleh semua delegasi dari seluruh negara yang hadir.

Selama berlangsung kegiatan Kunker Delegasi BNN RI ke kantor Dubes Austria hingga selesai berjalan aman dan lancar serta diakhiri dengan sesi foto bersama.

(Biro Humas dan Protokol BNN RI/MC, Admin)

Loading...
error: Content is protected !!